# Komsel 3 – Apakah waktu sama dengan hidup?

Q1. Apakah waktu sama dengan hidup?

Sering kita tidak menyadari, ternyata hidup kita sebenarnya sama dengan waktu yang kita punya. Smua orang di dunia punya “asset” 24 jam sehari. Jika hidup kita sedang “berantakan”, pernahkah kita bertanya jangan-jangan aku “berantakan” dalam mengelola waktu?

Efesus 5: 15 – 17 menyimpulkan dengan singkat, padat dan jelas tentang ini. Mari kita renungkan:

“So be careful how you live. Don’t live like fools, but like those who are wise. Make the most of every opportunity (in Bahasa: pergunakanlah waktu yang ada) in these evil days. Don’t act thoughtlessly, but understand what the Lord wants you to do.”

Banyak orang sukses di sekitar kita karena mereka mendapatkannya dengan kerja keras, dan lain sebagainya. Yang pasti, mereka juga pintar mengatur waktu. Berdasarkan pengalaman saya sebagai seorang profesional yang membantu banyak perusahaan lokal, multi-nasional, dan pengalaman bekerja di beberapa negara, saya bisa simpulkan: Orang sukses pasti pintar mengatur waktu.

Tapi timbul pertanyaan apakah orang-orang sukses tersebut “pintar” dan sukses mengatur hidup? Apakah hidup mereka seimbang? Apakah hidupnya bijak?

Saya senang karena ayat di atas mengingatkan kita betapa waktu dikontraskan dengan hidup ini sendiri. Fokus akhir di ayat 17 sangatlah penting yaitu memahami apa yang Tuhan mau kita lakukan.

Point penting yang saya tangkap dalam mengatur waktu dan hidup adalah:

a. Cari Tuhan dan kehendakNya lebih penting dari “mengatur waktu” itu sendiri

Mat 6:33 Seek the Kingdom of God above all else, and live righteously, and he will give you everything you need.

Ayat di atas sekaligus cerita tentang si orang kaya di Lukas 12:21 mengingatkan kita tentang: Sebelum berbicara tentang mengatur waktu, apakah kita sudah benar dalam prioritas utama hidup itu sendiri. Do we have the right vision?

Roma 12:2 menyatakan:

Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect.

Tuhan mau menyusun hidup kita yang berhasil dari semua sisi. “Sukses” versi Dia. Syaratnya, kita harus cari Dia. Bukan cari “sukses”. (Lihat blog awal). Sangat penting kita menyadari hal ini sehingga hidup kita mulai kita percayakan sepenuhnya kepada Tuhan yang sayang dengan kita sebagai anakNya. Kita bisa saja mengelola hidup dan waktu dengan sangat sempurna (dengan cara pandang kita atau “dunia”) tapi jika ternyata itu salah arah atau bukanlah kehendakNya, ini akan sia-sia. Ada kalanya jika kita dalam sebuah masalah besar, kuatir tentang sesuatu, hati sedang tidak damai. Mungkin ini indikasi untuk kita stop dan balik lagi ke Tuhan atas kebutuhan kita tersebut. Sering kita bereaksi untuk cari solusi atas masalah tersebut sendiri, waktu berjalan, dan akhirnya tidak berhasil. Dalam situasi ini, sulit tampaknya untuk bisa mengatur hidup dan waktu seakan jadi tidak menentu.

Nah, pertanyaan $1 million bagaimana kita tahu ketika kita dalam kehendak Tuhan?

Pernahkah kamu kesel ketika lagi di jalan ada orang yang tersesat dan tanpa basa basi turun dari mobil, dia tanya arah jalan dari dalam mobil dan setelah itu boro-boro berterima kasih, langsung aja orang tersebut meluncur. Begitulah kita jika kita mencari petunjuk Tuhan seadanya atau seperlunya dan tidak mencari Tuhan itu sendiri.

Kita tahu di mana Tuhan mau kita berada ketika kita sedang berjalan bersama Dia. Raja Daud tahu tentang hal ini seperti yang kita bisa lihat di Mazmur 23. Jika seorang anak sedang ikut di mobil dimana Papanya yang nyetir, apakah dia menjadi takut tersesat? Demikian juga dikala dia yang sedang nyetir dan Papanya di samping, pasti Papanya akan berbicara ketika sedang akan ke jalan yang salah.

Apakah kita sedang mendengarnya? Apakah Dia bersama kita?

b. Mengatur waktu butuh “ilmu”

Saya senang bersekolah di sekolah Katholik. Mereka mengajarkan disiplin. Dan saya percaya, tanpa disiplin tidak akan orang menjadi “seseorang” yang berhasil.

Mother Teresa berkata “Not all of us can do great things. But we can do small things with great love.” Firman Tuhan di Efesus berkata: perhatikan dengan seksama. Maksudnya: hati-hati, lihat seluruh aspek hidup kita dengan detail dan juga dengan helicopter view. Banyak hidup kita mau hal yang besar terjadi dalam hidup nya tetapi lupa ternyata masalahnya adalah kurang disiplin dari hal-hal yang remeh dan sepele. Padahal hal kecil tersebut yang membuat hal “besar” terjadi.

Sebagai contoh, saya pernah kehilangan 10kg dalam 2 bulan bukan karena diet besar atau sesuatu kegiatan khusus yang saya lakukan di saat tertentu (one-off). Tapi bedasarkan konsultasi dengan dokter dengan mengikuti tips sederhana tentang sehari-hari: yaitu bagaimana porsi makan, apa yang perlu di makan, apa yang tidak perlu, frekuensi makan lebih sering, banyak makan sayur menggantikan karbohidrat, dll. Ade Rai mengatakan diet yang berhasil adalah diet yang terus menerus dan tidak membebankan. Hasilnya, saya bisa melakukannya dengan “gampang”.

Mengatur hidup dan waktu juga demikian. Perhatikan hal-hal kecil apa yang bisa dirubah dari hidupmu dan memiliki dampak yang besar. Contoh: membiasakan diri berdoa 5 min sehari lebih baik dari pada doa 1 jam sebulan sekali. Push up 20 kali sehari lambat laun bisa menjadi 100 kali. Mulai menyapa orang lain lambat laun kita pintar bergaul. Dan lain sebagainya. Hal ini secara luas dapat diaplikasikan di semua bidang karena ingat, mengatur waktu = mengatur hidup. Jika kita mau sesuatu yang besar terjadi di hidup kita, mari kita atur waktu dan disiplin.

Psalm 90:12 Teach us to realize the brevity of life, so that we may grow in wisdom.

c. Prioritas itu penting

Steven Covey yang menulis 7 habit mengajarkan hal yang sangat berharga buat saya sampai sekarang. Saya bekerja di situasi dengan kondisi yang sangat sibuk, multi-tasking, dan ada permasalahan yang kompleks dari waktu ke waktu. Pasti kebanyakan reaksi yang normal yaitu: Stress dan akhirnya Resign.

7 habit mengajarkan keterkaitan dari habit 1 sampai 7 untuk kita bisa “merdeka” dari hal ini. Tapi yang relevan dalam topik ini yaitu habit “Put the first things first”. Lakukanlah yang paling penting lebih dahulu. Selalu!

Sederhana, tapi luar biasa. Saran cepat yang bisa kita terapkan langsung yaitu tentang kita harus mengkategorikan semua hal yang harus kita lakukan ke depan menjadi 4 bagian antara penting (important) dan segera (urgent). Kuardan I: penting dan urgent (situasi pemadam kebakaran, smua serba dikejar). Kuardan II: penting dan tidak urgent (misalnya planning, berdoa, baca buku, belajar, antisipasi masalah, dll). Kuardan III: tidak penting dan urgent (misalnya: ada telepon mendadak dari telemarketer) dan Kuardan IV: tidak penting dan tidak urgent (bermain game di HP).

Tanpa membahas ini lebih detail (karena lebih baik teman-teman membaca lebih lanjut), salah satu cara yang saya terapkan adalah dengan membuat daftar “things to do” dan fokus serta disiplin dalam melakukan hal yang penting terlebih dahulu. Kunci nya: orang yang paling sering melakukan kegiatan di Kuardan II adalah yang akan tidak gampang “terjebak” dalam situasi Kuardan I. Banyak dari kita karena tidak punya fokus dan paham tentang ini 80% dari penggunaan waktunya berada di Kuardan IV (tanpa sadar) dan lompat ke Kuardan I ketika sudah “mepet” (sistem kebut semalam). Situasi hidup ibarat roller coaster. Setelah menerapkan things to do dan prioritas 4 Kuardan ini, hidup saya lebih santai dan enjoy dalam mengerjakannya. Tentunya manfaat dari membuat list things to do adalah melihat apakah ada orang lain yang bisa membantu kita mengerjakannya. Jika semua sudah mepet, sering kita sudah terlambat untuk meminta bantuan orang lain dan akibatnya kitalah yang jadi korban kebodohan kita sendiri.

Mari kita renungkan apakah masalah-masalah utama dalam hidup kita yang sekarang sudah “urgent” gara-gara kita gagal dalam merencanakan dan mempersiapkan diri dengan baik (Kuardan II).

Selamat mencoba.

Q2. Bagaimana tips kamu membagi waktu selama ini?

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s